Etos Kerja Islami

15 Desember 2008
Angka kemiskinan di Indonesia saat ini berayun sekitar 40 juta orang. Dari jumlah itu tentu sebagian besar adalah orang Islam. Angka kemiskinan tersebut berhubungan langsung dengan etos kerja, poduktivitas, dan kualitas sumber daya manusia yang rendah. Umat Islam mengalami keterpurukan, karena mereka tidak hidup sesuai tuntunan dan tidak memiliki Imam yang memikirkan masa depan mereka. Suatu hari seorang pemuda datang menghadap Rasulullah saw untuk meminta sedekah. Rasulullah saw tidak serta merta memberikan uang kepadanya, tetapi bertanya apakah masih punya sesuatu di rumah. Dia menjawab bahwa dia masih punya sebuah panci. Lalu panci itu dilelang dengan harga 2 dirham. Satu dirham dibelikan bahan makanan dan satu dirham lagi untuk membeli sebuah kapak. Rasulullah saw menyuruhnya pergi ke hutan mencari kayu dan menjualnya di pasar, lalu kembali melapor kepada Rasulullah saw beberapa hari kemudian. Begitulah cara Rasulullah saw menjadikan umatnya bangkit dari ketidak-berdayaannya, menemukan kembali rasa percaya diri dan bangkit mencari rejeki. Seandainya semua Ketua RT, Ketua RW, Lurah dan Camat bersikap sama terhadap warganya, maka angka kemiskinan tidak akan separah itu.Dalam rangka membangun etos kerja yang tinggi Allah berfirman bahwa masing-masing orang akan memperoleh derajat sesuai dengan kerjanya (QS Al An’am 6:132). Mereka yang rajin bekerja akan berbeda derajatnya dibanding dengan yang malas. Untuk mengurangi kemalasan itu Rasulullah saw melarang umatnya untuk tidur setelah shalat subuh. Ibadah itu memang penting tetapi kita dilarang berlama-lama dalam ibadah, lalu mengabaikan kewajiban mencari rejeki Allah. Allah memerintahkan kita untuk mencari karunia-Nya segera setelah selesai shalat Jum’ah (QS Al Jumu’ah 62: 9). Sejarah mencatat bahwa Umar bin Khaththab pernah mengancam untuk mencambuk seorang pemuda yang berlama-lama beribadah di masjid dengan melalaikan kewajiban mencari nafkah. Dia menggantungkan kebutuhan hidupnya kepada saudaranya.Sedangkan untuk meningkatkan produktivitas Allah menghasung manusia untuk bekerja sesuai dengan bidang profesinya masing-masing (QS Al Isra’ 17:84; 39:39). Mereka yang bekerja tidak sesuai dengan bidang profesinya akan memerlukan waktu yang cukup lama untuk beradaptasi dan menguasai bidang baru tersebut. Tentu saja bagi perusahaan keadaan seperti ini akan bersifat kontraproduktif.Dalam rangka untuk meningkatkan etos kerja umatnya Rasulullah saw pernah bersabda bahwa ada dosa-dosa yang tidak bisa ditebus selain dengan kerja keras dan berkeringat. Bahkan beliau menghasung umat Islam untuk segera keluar di pagi hari mencari rejeki Allah. Pendeknya masa tidur Rasulullah saw dan para sahabat memungkinkan mereka memiliki cukup waktu untuk bekerja secara optimal demi keberhasilan kerja mereka dunia dan akhirat. Allah mengatakan bahwa lambung mereka jauh dari tempat tidur (QS As Sajdah 32: 16).Kerja keras Rasulullah dan para saahabat dan kedekatannya kepada Allah pernah menggetarkan Kaisar Romawi, Heraclius. Suatu hari dia terkesima mendengar informasi dari seorang informan yang mengatakan bahwa para pengikut Muhammad itu kalau siang hari bekerja keras seperti penunggang-penunggang kuda yang gagah perkasa. Sedang di malam hari mereka khusyuk beribadah seperti rahib-rahib. Heraclius berkomentar bahwa umat seperti ini tidak bisa dikalahkan. Etos kerja yang tinggi ternyata tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas, tetapi juga meningkatkan kewibawaan umat di mata pesaing-pesaingnya.

PEMBANGKIT LISTRIK ALTERNATIVE

9 Desember 2008

PEMBANGKIT LISTRIK ALTERNATIVE

 

  • Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), adalah pembangkit yang memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber penghasil listrik. Alat utama untuk menangkap, perubah dan penghasil listrik adalah Photovoltaic atau yang disebut secara umum Modul / Panel Solar Cell. Dengan alat tersebut sinar matahari dirubah menjadi listrik melalui proses aliran-aliran elektron negatif dan positif didalam cell modul tersebut karena perbedaan electron. Hasil dari aliran elektron-elektron akan menjadi listrik DC yang dapat langsung dimanfatkan untuk mengisi battery / aki sesuai tegangan dan ampere yang diperlukan. Rata-rata produk modul solar cell yang ada dipasaran menghasilkan tegangan 12 s/d 18 VDC dan ampere antara 0.5 s/d 7 Ampere. Modul juga memiliki kapasitas beraneka ragam mulai kapsitas 10 Watt Peak s/d 200 Watt Peak juga memiliki type cell monocrystal dan polycrystal. Komponen inti dari sistem PLTS ini meliputi peralatan : Modul Solar Cell, Regulator / controller, Battery / Aki, Inverter DC to AC, Beban / Load. Perusahaan kami telah mengembangkan beberapa produk PLTS yang digunakan untuk rumah tangga dengan skala kecil, contoh paket produk kami adalah Penerangan Listrik Rumah (PLR). Dengan paket produk PLR tersebut dapat dimanfaatkan untuk para penduduk di Indonesia untuk solusi akan kebutuhan listrik yang di daerahnya sulit dijangkau listrik PLN atau di daerah pelosok dan produk paket PLR ini dari waktu ke waktu juga dibutuhkan beberapa konsumen perkotaan dan perusahaan dengan maksud mengkombinasikan dengan listrik PLN. Rata-rata produk paket PLR ini digunakan untuk lampu-lampu penerangan di rumah, kantor, tempat ibadah, tempat umum dengan skala kecil dan menengah dan hasilnya dari penggunaan tersebut kalau dihitung secara besar diseluruh Indonesia, maka defisit akan listrik PLN akan teratasi karena PLR turut membantu dalam program penghematan listrik. Bayangkan bila tiap rumah, kantor, tempat ibadah, tempat umum di seluruh pulau jawa beberapa peralatan lampu penerangannya diganti / dikombinasi dengan sistem PLTS, maka penghematan dalam listrik PLN akan terwujud secara nyata. Kalo ragu coba dihitung saja, misal 3 lampu 8 Watt (PLS/Cool day light, lumen cahanya sama dengan lampu pijar 40 Watt)untuk tiap rumah menggunakan PLTS maka, (8 Watt x 3 buah) x 20juta/malam(Perkiraan Pemakai PLN) = 480.000.000 Watt/malam. Bayangkan berapa besar penghematan dalam 1 malam saja!. Kami bukan mempromosikan produk kami agar bisa terjual, cuma kami membantu kelangkaan / kesulitan akan energi khususnya listrik yang semakin lama sulit didapat. Hanya dengan karya yang nyata dan bukan program sana-sini tapi gak ada hasil serta semua tergantung kesadaran kita bersama. Salam MATAHARI….!!! sumber energi yang selalu terbit dan akan lenyap selamanya pada waktu kiamat!!!
    • Pembangkit Listrik Tenaga Angin (Wind Power), adalah pembangkit yang memenfaatkan hembusan angin sebagai sumber penghasil listrik. Alat utamanya adalah generator, dengan generator tersebut maka dapat dihasilkan arus listrik dari gerekan blade / baling-baling yang bergerak karena hembusan angin. Pembangkit ini lebih effisien dari pada pembangkit listrik tenaga surya didalam menghasilkan listriknya. Pembangkit listrik yang ada dipasaran memiliki kapasitas watt per jam 200, 400, 500, 1000, 2000 dan 3000 Watt. Pembangkit ini tidak sembarang dapat digunakan karena medan yang akan dipasang harus memiliki hembusan / kecepatan angin yang tinggi dan stabil. Untuk menggerakan blade / baling-baling agar bisa berputar saja harus memiliki kecepatan angin 2 meter/detik dan untuk menghasilkan listrik yang stabil sesuai kapasitas generatornya rata-rata 6 s/d 10 meter/detik. Pembangkit ini bisa digunakan untuk skala kecil, menengah dan besar karena arus yang dihasilkan dalam 1 jam lebih besar serta membutuhkan investasi yang lebih murah ketimbang PLTS. Daerah yang cocok digunakan pembangkit ini adalah daerah pantai, pesisir, pegunungan.Bayangkan bila tiap rumah, kantor, tempat ibadah, tempat umum di seluruh pulau jawa beberapa peralatan lampu penerangan dan beberapa peralatan elektroniknya diganti / dikombinasi dengan sistem Wind Power, maka penghematan dalam listrik PLN akan terwujud secara nyata. Kalo ragu coba dihitung saja, misal 10 lampu 8 Watt (PLS/Cool day light, lumen cahanya sama dengan lampu pijar 40 Watt) arus listriknya tiap rumah menggunakan digunakan Wind Power 200 Watt maka, (8 Watt x 10 buah) x 5juta/malam(Perkiraan Pemakai PLN daerah pesisir) = 400.000.000 Watt/malam. Bayangkan berapa besar penghematan dalam 1 malam saja!. Kami bukan mempromosikan produk kami agar bisa terjual, cuma kami membantu kelangkaan / kesulitan akan energi khususnya listrik yang semakin lama sulit didapat. Hanya dengan karya yang nyata dan bukan program sana-sini tapi gak ada hasil serta semua tergantung kesadaran kita bersama.
    • Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), adalah pembangkit yang memenfaatkan aliran air sebagai sumber penghasil listrik. Alat utamanya adalah turbin, dengan turbin ini bisa menggerakan generator tersebut maka dapat dihasilkan arus listrik . Pembangkit ini lebih effisien dari pada pembangkit listrik tenaga surya didalam menghasilkan listriknya. Pembangkit listrik yang ada dipasaran memiliki kapasitas watt per jam 200, 300, 500, 700, dan 1000Watt. PLTA ini tidak sembarang dapat digunakan karena medan yang akan dipasang harus memiliki aliran air (water flow) yang tinggi dan stabil biasanya digunakan dialiran bendungan / sungai. Untuk menggerakan turbin agar bisa berputar saja harus memiliki debit air 0.004 s/d 0.01 meter kubik per detik dan ketinggian air 10 s/d 22 meter dari permukaan turbin. Pembangkit ini bisa digunakan untuk skala kecil, menengah dan besar karena arus yang dihasilkan dalam 1 jam lebih besar serta membutuhkan investasi yang lebih murah ketimbang PLTS. Daerah yang cocok digunakan pembangkit ini adalah daerah aliran sungai dan bendungan.Bayangkan bila tiap rumah, kantor, tempat ibadah, tempat umum di seluruh pulau jawa beberapa peralatan lampu penerangan dan beberapa peralatan elektroniknya diganti / dikombinasi dengan sistem PLTA, maka penghematan dalam listrik PLN akan terwujud secara nyata. Kalo ragu coba dihitung saja, misal 10 lampu 8 Watt (PLS/Cool day light, lumen cahanya sama dengan lampu pijar 40 Watt) arus listriknya tiap rumah menggunakan digunakan Wind Power 200 Watt maka, (8 Watt x 10 buah) x 2juta/malam(Perkiraan Pemakai PLN daerah aliran sungai dan bendungan) = 160.000.000 Watt/malam. Bayangkan berapa besar penghematan dalam 1 malam saja!. Kami bukan mempromosikan produk kami agar bisa terjual, cuma kami membantu kelangkaan / kesulitan akan energi khususnya listrik yang semakin lama sulit didapat. Hanya dengan karya yang nyata dan bukan program sana-sini tapi gak ada hasil serta semua tergantung kesadaran kita bersama.
  • PEMBANGKIT LISTRIK ALTERNATIVE ?

    BEBERAPA MACAM PEMBANGKIT LISTRIK TANPA MENGGUNAKAN BBM :

    Apabila semua teknologi Pembangkit diatas diaplikasikan di seluruh negeri Indonesia yang tercinta ini berapa besar penghematan yang akan dihasilkan, dari hitungan perkiraan apabila semua pembangkit digunakan adalah : PLTS menghemat = 480.000.000 Watt/malam + Wind Power menghemat = 400.000.000 Watt/malam + PLTA menghemat = 160.000.000 Watt/malam. Jadi TOTAL Penghematan dalam 1 malam = 1.040.000.000 Watt / malam. Bayangkan……!!!!

    sumber : anekasurya.com